PERADAK BORNEO resmikan cabang di BARITO TIMUR, dorong penguatan peran masyarakat adat

BARITO TIMUR — Perkumpulan Persatuan Anak Dayak Borneo (PERADAK BORNEO) terus memperluas jangkauan organisasinya dengan meresmikan pembentukan cabang di Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat eksistensi organisasi sekaligus mendorong peran aktif masyarakat adat Dayak dalam pembangunan daerah.

Kegiatan peresmian ditandai dengan penyerahan piagam pengesahan cabang oleh Ketua Umum PERADAK BORNEO, Gusti Tahan Wiratama, kepada pengurus cabang Barito Timur. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya peran organisasi secara resmi di tingkat kabupaten.

Pengurus dan anggota PERADAK BORNEO Kabupaten Barito Timur berfoto bersama usai penyerahan piagam pengesahan cabang, sebagai tanda resmi terbentuknya kepengurusan di wilayah tersebut.

Cabang PERADAK BORNEO Kabupaten Barito Timur dipimpin oleh Tomi sebagai Ketua Cabang, dengan Sabtu Rajiani sebagai Bendahara. Sekretariat cabang berlokasi di Desa Luau Jaruk RT.005, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, yang diharapkan menjadi pusat koordinasi kegiatan organisasi ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PERADAK BORNEO, Gusti Tahan Wiratama, menegaskan bahwa pembentukan cabang ini bukan hanya sekadar perluasan organisasi, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas dan keberlanjutan budaya Dayak di tengah dinamika zaman.

“PERADAK BORNEO hadir sebagai wadah persatuan bagi anak-anak Dayak untuk tetap menjaga jati diri, memperkuat solidaritas, serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tantangan modernisasi harus dihadapi dengan tetap berpegang pada akar budaya.

“Kita tidak boleh tercerabut dari akar budaya. Justru dengan menjaga nilai-nilai tersebut, kita dapat berdiri kuat dan berkontribusi dalam pembangunan tanpa kehilangan identitas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gusti Tahan Wiratama menyampaikan apresiasi terhadap semangat masyarakat Barito Timur yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga kebersamaan.

“Saya melihat semangat gotong royong dan kebersamaan yang luar biasa di sini. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid, berdaya guna, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Kebersamaan anggota dan pengurus PERADAK BORNEO Kabupaten Barito Timur saat kegiatan di lapangan, sebagai bagian dari pembentukan dan penguatan organisasi di wilayah setempat.

Sementara itu, Ketua Cabang PERADAK BORNEO Kabupaten Barito Timur, Tomi, menyampaikan bahwa terbentuknya cabang ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Kami menyadari bahwa ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta melestarikan adat dan budaya Dayak di Barito Timur,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan fokus pada penguatan organisasi di tingkat akar rumput serta membangun keterlibatan masyarakat secara luas.

“Kami akan berupaya merangkul seluruh elemen masyarakat adat Dayak, khususnya generasi muda, agar ikut berperan aktif dalam kegiatan organisasi, baik di bidang sosial, budaya, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak terlepas dari partisipasi bersama.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami yakin PERADAK BORNEO di Barito Timur dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” tambah Tomi.

Peresmian cabang ini juga diisi dengan kegiatan kebersamaan antara pengurus dan anggota sebagai bentuk awal konsolidasi organisasi. Kehadiran anggota dari berbagai wilayah menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap berdirinya organisasi tersebut.

Pengurus dan anggota PERADAK BORNEO Kabupaten Barito Timur berfoto bersama sambil membentangkan bendera organisasi usai kegiatan pembentukan cabang, sebagai simbol persatuan dan komitmen menjaga adat serta budaya Dayak.

Dengan diresmikannya cabang PERADAK BORNEO di Kabupaten Barito Timur, diharapkan organisasi ini dapat menjadi wadah yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat adat, menjaga kelestarian budaya, serta mendorong peningkatan kesejahteraan melalui berbagai program yang berkelanjutan.

Ke depan, PERADAK BORNEO diharapkan tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat posisi masyarakat adat Dayak di tengah arus perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta